Sabtu, 18 Juni 2011

Fiqh Ziarah ( 37 )


PELESTARIAN KHULAFAURRASYIDIN TERHADAP
TOMBAK MILIK NABI SAW

Al Imam Al Bukhari meriwayatkan dengan sanadnya kepada Al Zubair, ia berkata :

 
لَقَيْتُ يَوْمَ بَدْرٍ عُبَيْدَةَ بْنَ سَعِيْدٍ بْنَ الْعَاصِ وَهُوَ مُدَجِّجٌ لاَ يُرَى مِنْهُ إِلاَّ عَيْنَاهُ وَهُوَ يُكْنَى أَبَا ذَاتِ الْكِرْشِ فقال : أَنَا أَبُوْ ذَاتِ الْكِرْشِ فَحَمَلْتُ عَلَيْهِ بِالْعَنَزَةِ فَطَعَنْتُهُ فِيْ عَيْنِهِ فَمَاتَ , قَالَ هِشَامٌ : فَأَخْبَرْتُ أَنَّ الزُّبَيْرَ قَالَ : لَقَدْ وَضَعْتُ رِجْلِيْ عَلَيْهِ ثُمَّ تَمَطَّأْتُ فَكَانَ الْجَهْدُ أَنْ نَزَعْتُهَا وَقَدْ اِنْثَنَى طَرَفَاهَا, قَالَ عُرْوَةُ: فَسَأَلَهُ إِيَّاهَا رَسُوْلُ اللهِ فَأَعْطَاهُ , فَلَمَّا قُبِضَ رَسُوْلُ اللهِ أَخَذَهَا ثُمَّ طَلَبَهَا أَبُوْ بَكْرٍ فَأَعْطَاهُ إِيَّاهَا , فَلَمَّا قُبِضَ أَبُوْ بَكْرٍ سَأَلَهُ إِيَّاهَا عُمَرُ , فَأَعْطَاهُ إِيَّاهَا , فَلَمَّا قُبِضَ عُمَرُ أَخَذَهَا , ثُمَّ طَلَبَهَا عُثْمَانُ مِنْهُ فَأَعْطَاهُ إِيَّاهَا , فَلَمَّا قُتِلَ عُثْمَانُ وَقَعَتْ عِنْدَ آلِ عَلِيٍّ فَطَلَبَهَا عَبْدُ اللهِ بْنُ الزُّبَيْرِ فَكَانَتْ عِنْدَهُ حَتَّى قُتِلَ.

"Pada saat perang Badar saya bertemu dengan `Ubaidah ibnu Sa`id ibnu Al`Ash yang mengenakan pakaian tempur lengkap hingga yang terlihat Cuma matanya. `Ubaidah memiliki julukan Abu Djatil Kirsy. "Saya Abu Djatil Kirsy," katanya. Lalu saya menyerang dia dengan tombak dan berhasil menusuk matanya hingga ia pun tewas. " Hisyam berkata, \"Saya dikabari bahwa Al Zubair berkata, "Sungguh saya telah menginjakan kaki saya di atas tubuh Abu Djatil Kirsy lalu saya berjalan dengan angkuh. Kemudian dengan susah payah saya mencabut tombak dari tubuh Abu Djatil Kirsy yang ternyata telah bengkok kedua sisinya. " Urwah berkata, "Rasulullah meminta tombak tersebut kepada Al Zubair dan dia pun menyerahkannya. Sepeninggal beliau, Al Zubair mengambil kembali tombak itu. Abu Bakar kemudian meminta tombak itu dan Al Zubair pun memberikannya. Saat Abu Bakar meninggal, `Umar memintanya dan Al Zubair pun mengabulkannya. Wakti `Umar meninggal dunia tombak itu diambil oleh Al Zubair lalu diminta oleh `Utsman dan Al Zubair pun menyerahkannya. Ketika `Utsman terbunuh tombak itu jatuh ke tangan keluarga Ali dan Abdullan ibnu Al Zubair memintanya. Akirnya tombak itu berada di tangan Al Zubair sampai ia meninggal dunia. "
 HR Al Bukhari dalam kitab Al Maghazi Bab Syuhudu Al Malaikat Badran.

Ungkapan "Fahamaltu `alaihi bi al-`Anazah", al-`Anazah itu mirip Al Harbah. Sebagian ulama mengatakan bahwa al-`Anazah itu mirip `Ukkaaz yaitu tongkat besi.
Intisari dari kisah di atas adalah bahwa Al Zubair telah membunuh `Ubaidab ibnu Sa`id ibnu Al `Ash pada waktu perang Badar. Ia menusuk matanya dengan tombak. Lalu Nabi meminta tombak yang digunakannya itu dan ia pun menyerahkannya kepada beliau. Sepeninggal beliau Saw, Al Zubair mengambilnya lagi kemudian Abu Bakar meminjamnya sampai wafat lalu kembali lagi kepada Al Zubair selanjutnya diminta oleh `Umar dan ia pun menyerahkannya hingga `Umar wafat dan kembali lagi ke tangan Al Zubair. Lalu `Utsman meminta tombak itu dan diberikan oleh Al Zubair. Saat `Utsman mati terbunuh tombak itu jatuh ke tangan Ali kemudian Al Zubair mengambilnya kembali dan tetap di tangannya sampai ia terbunuh.
Fathul Bari vol. VII hlm. 314 dan `Umdatul Qaari vol. XVII hlm. 107.
Kami bertanya-tanya ada apa dibalik perhatian besar terhadap tombak di atas padahal ada banyak tombak-tombak lain yang barangkali ada yang lebih baik dan bagus. Dari siapakah perhatian besar ini ? Sesungguhnya perhatian ini berasal dari empat figur khulafa` yang bijak yang menjadi pemimpin agama, pilar-pilar tauhid dan sosok-sosok terpercaya dalam aspek agama.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Peringatan Haul KH. Abdul Fattah Hasyim Ke 36 & Ny. Hj. Musyarrofah Bisri Ke 4, Pertemuan Alumni Besuk Pada Hari Kamis, 21 Maret 2013