Sabtu, 18 Juni 2011

Fiqh Ziarah ( 36 )


PELESTARIAN KHULAFAURRASYIDIN TERHADAP CINCIN NABI SAW

 Al Imam Al Bukhari meriwayatkan dengan sanadnya dari Ibnu `Umar Ra, ia berkata :

 
اِتَّخَذَ رَسُوْلُ اللهِ صَلّى الله عَلَيْهِ وَآلِهِ وَسَلَّم خَاتَمًا مِنْ وَرَقٍ وَكَانَ فِيْ يَدِهِ ثُمَّ كَانَ بَعْدُ فِيْ يَدِ أَبِيْ بَكْرٍ ثُمَّ كَانَ بَعْدُ فِيْ يَدِ عُمَرُ ثُمَّ كَانَ بَعْدُ فِيْ يَدِ عُثْمَانَ حَتَّى وَقَعَ بَعْدُ فِيْ بِئْرِ أَرِيْسَ نَقْشُهُ مُحَمَّدٌ رَسُوْلُ اللهِ

 "Rasulullah Saw memakai cincin dari perak yang dikenakan di tangan. Selanjutnya sepeninggal beliau cincin itu melekat pada tangan Abu Bakar kemudian `Umar lalu di tangan `Utsman sampai cincin itu jatuh di sumur Ariis. Pada cincin itu terdapat ukiran bertuliskan Muhammad Rasulullah. "

 Hadits ini diriwayatkan oleh Al Bukhari dalam Kitabullibas bab Khatamul Fidldlah.

 Al Hafid Ibnu Hajar berkata, "Dalam riwayat Al Nasa`i terdapat redaksi : "Sesungguhnya `Utsman mencari cincin itu namun tidak menemukannya. " Dalam riwayat Ibnu Sa`d terdapat redaksi : "Sesungguhnya cincin itu melekat di tangan `Utsman selama 6 tahun. " Fathul Bari vol. X hlm. 313.

Al `Aini mengatakan bahwa sumur Ariis terletak disebuah kebun dekat masjid Quba`. Umdatul Qaari vol. XXII hlm. 31.
 Saya berkata, "Sumur ini sekarang dikenal sebagai sumur Al Khatam ( cincin ) yakni cincin Rasulullah Saw yang jatuh kedalamnya pada masa kekhalifahan `Utsman. `Utsman sendiri telah berusaha sekuat tenaga untuk mengeluarkan cincin itu dengan segala cara namun gagal menemukannya.
( lihat Al Maghaanim Al Muthaabah fi Ma`aalimi Thabah karya Fairuz Abaadi hlm. 26).


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Peringatan Haul KH. Abdul Fattah Hasyim Ke 36 & Ny. Hj. Musyarrofah Bisri Ke 4, Pertemuan Alumni Besuk Pada Hari Kamis, 21 Maret 2013