Sabtu, 18 Juni 2011

Fiqh Ziarah ( 33 )


AQIDAH PENGARANG :

 Apa yang disebutkan oleh Ibnu Taimiyyah di atas, berkat karunia Allah, sesungguhnya adalah apa yang kami yakini dalam masalah ini. Keyakinan inilah yang saya dakwahkan dan saya propagandakan kepada semua orang dalam segala kesempatan dan acara. Kami melarang orang-orang untuk menjadikan kuburan Nabi Saw, jejak-jejak peninggalan para Nabi dan orang-orang shalih dan masyaahid sebagai tempat perayaan dan kami melarang mereka untuk mengkhususkan tempat-tempat itu dengan bentuk ibadah apapun yang tidak boleh ditujukan kecuali untuk Allah SWT. Ini adalah keyakinan kami yang dengannya kami taat kepada Allah. Keyakinan ini bukan muncul hari ini atau kemarin. Tapi keyakinan khalaf ( generasi pengganti ) dari salaf ( generasi pendahulu ) dan anak cucu dari leluhur, berkat karunia Allah SWT.
Kewajiban kita adalah meresapi beberapa pendapat dan uraian ilmiah yang lembut di atas yang mengindikasikan pemahaman yang baik dalam mencicipi ilmu, tidak tergesa-gesa mengkafirkan kaum muslimin atau memvonis mereka sesat dan bid`ah hanya karena mereka mengamat-amati jejak-jejak peninggalan nabi dan menaruh perhatian terhadap maqaamat ( tempat-tempat yang pernah diajdikan tempat tinggal nabi ), masyaahid tempat-tempat yang pernah dilewati / disinggahi nabi ), dan lokasi-lokasi yang dinisbatkan kepada para nabi dan orang-orang shalih, dan berprasangka positif terhadap mereka serta mengetahui bahwa maksud sesungguhnya adalah Allah SWT.
Jejak-jejak peninggalan para nabi, maqaamat, masyahid dan lokasi-lokasi yang dinisbatkan kepada para nabi dan orang-orang shalih seluruhnya adalah faktor penyebab dan media yang dapat meningkatkan keimanan dalam hati, dan mengambil pelajaran, mengingat-ingat serta menghubungkan batin dengan mereka yang terlibat dengan hal-hal di atas dan sejarah mereka. Mereka adalah teladan yang baik untuk manusia di samping dalam mendatangi hal-hal diatas terdapat unsur mengharap akan anugerah dan keberkahan yang turun di tempat-tempat kebaikan dan tempat sumbernya hidayah. Karena lokasi-lokasi yang ditempati oleh orang-orang baik dan shalih akan senantiasa menjadi tempat keridloan.
Sedangkan lokasi-lokasi yang didiami oleh orang-orang jahat dan rusak adalah tempat kemurkaan. Karena itu Nabi Saw memerintahkan para sahabat untuk tidak memasuki daerah kaum Tsamud kecuali dengan menangis dan melarang minum airnya. Bahkan beliau menyuruh mereka untuk menumpahkan air yang telah mereka ambil dan tidak megkonsumsi makanan yang dimasak dengan air tersebut. Demikian pula, Nabi menyuruh mereka untuk berjalan cepat jika memasuki lembah Muhassir yang dikenal dengan lembah api. Kami telah membahas secara spesifik tema di atas dalam kajian khusus berjudul mengharap berkah dengan jejak-jejak peninggalan Nabi Saw.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Peringatan Haul KH. Abdul Fattah Hasyim Ke 36 & Ny. Hj. Musyarrofah Bisri Ke 4, Pertemuan Alumni Besuk Pada Hari Kamis, 21 Maret 2013