Jumat, 17 Juni 2011

Fiqh Ziarah ( 26 )


PANDANGAN AL SYAIKH MUHAMMAD IBNU ABDIL WAHHAB MENYANGKUT BERDOA DI DEKAT KUBURAN

Berdoa di dekat kuburan bukanlah tindakan bid’ah atau syirik  As Syaikh Muhammad ibnu Abdil Wahhab ditanya mengenai pendapat para ulama dalam sholat istisqa’ : “Tidak apa-apa bertawassul dengan orang-orang sholih”, pendapat Ahmad : “Hanya Nabi Saw yang bisa dijadikan obyek tawassul”, bersamaan dengan ucapan mereka : “Sesungguhnya makhluk tidak bisa dimintai pertolongan”.Ia menjawab : “Perbedaan di antara tiga ungkapan ini telah jelas dan tidak masuk kategori topik yang kami bicarakan.
Sebagian ulama memperbolehkan tawassul dengan orang-orang shalih dan sebagian lain membolehkan khusus dengan Nabi Saw. Mayoritas ulama melarang dan tidak berkenan dengan tawassul ini. Persoalan ini adalah persoalan fiqh meskipun yang benar di mata kami adalah pendapat jumhur bahwasanya tawassul itu makruh. Kami tidak ingkar kepada orang yang mempraktikkan tawassul sebab tidak boleh ada pengingkaran dalam hal-hal yang masuk wilayah ijtihad.
Namun keingkaran kami adalah kepada orang yang berdoa kepada makhluk melebihi ketika ia berdoa kepada Allah. Juga kepada orang yang sengaja mendatangi kuburan untuk mengiba di sisi kuburan Syaikh Abdul Qadir Al Jailani atau tokoh lain seraya memohon dihilangkannya kesusahan diberi pertolongan menghadapi kesulitan dan dikarunia hal-hal yang diinginkan kepada penghuni kuburan itu. Dimanakah posisi orang ini berada di kalangan orang – orang yang berdoa murni kepada Allah dan hanya berdoa kepada-Nya saja tidak melibatkan pihak lain, tetapi ia berkata dalam doanya : “Saya memohon kepada-Mu lewat nabi-Mu, atau lewat parta rasul atau para hamba-Mu yang shalih.” Atau sengaja datang ke kuburan Syaikh Ma’ruf Al Karkhi atau syaikh lain untuk berdoa di dekatnya tetapi ia tidak berdoa kecuali murni kepada Allah. Maka di manakah posisi orang ini dalam topik yang sedang kami bicarakan ?”
 ( Dikutip dari fatwa-fatwa Al Syaikh Al Imam Muhammad ibnu Abdil Wahhab dalam koleksi karangan bagian ketiga hlm 68 yang disebarkan oleh Universitas Al Imam Muhammad Ibnu Su’ud Al Islamiyah dalam pekan Al Syaikh Muhammad ibnu Abdil Wahhab).


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Peringatan Haul KH. Abdul Fattah Hasyim Ke 36 & Ny. Hj. Musyarrofah Bisri Ke 4, Pertemuan Alumni Besuk Pada Hari Kamis, 21 Maret 2013