Kamis, 16 Juni 2011

Fiqh Ziarah ( 24 )


PANDANGAN AL SYAIKH IBNU TAIMIYYAH

Setelah mengutip statemen para ulama, Ibnu Taimiyyah mengemukakan pendapatnya sekitar tema ziarah kuburan Nabi Saw, “Mereka ( para ulama ) sepakat mengenai menghadap kiblat dan berselisih pendapat mengenai membelakanginya saat berdo’a.”Ini adalah ringkasan dari pandangan Al Syaikh Ibnu Taimiyyah menyangkut persoalan ziarah kuburan Nabi Saw. Ringkasan pandangannya ini mengindikasikan dengan jelas bahwa orang yang berdiri di hadapan kuburan Nabi Saw seraya berdo’a kepada Allah dan memohon sesuatu kepada-Nya dari karunia-Nya sebagaimana telah disyari’atkan, itu berpijak di atas fondasi kokoh yang diakui dan dikuatkan oleh statemen para imam dari generasi assalaf asshalih.
Jika orang yang obyektif yang menggunakan akalnya mau merenungkan pendapat Ibnu Taimiyyah – para ulama berselisih pendapat mengenai membelakangi kubur beliau Saw saat berdo’a – niscaya ia akan memiliki pemahaman yang menenteramkan hatinya, memuaskan dirinya dan membahagiakannya bahwasanya mereka yang berdiri setelah memberi salam kepada Rasulullah untuk berdoa di sisi kuburan beliau tidak terlepas dari tauhid (mengesakan Allah) dan tetap termasuk golongan yang beriman. Dan karena persoalan ini adalah persoalan yang diperselisihkan generasi salaf dan perselisihan ini menyangkut apakah statusnya sunnah atau bukan maka apakah kondisi ini sampai harus melontarkan tuduhan syirik dan sesat ? Subhanaka Hadza Buhtaanun ‘Adhim. 


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Peringatan Haul KH. Abdul Fattah Hasyim Ke 36 & Ny. Hj. Musyarrofah Bisri Ke 4, Pertemuan Alumni Besuk Pada Hari Kamis, 21 Maret 2013