Kamis, 16 Juni 2011

Fiqh Ziarah ( 21 )


AL SYAIKH IBNU AL QAYYIM DAN ZIARAH NABAWIYYAH

Al Syaikh Ibnu Al Qayyim dalam qashidahnya yang dikenal dengan Qashidah Nuniyyah menyebutkan bagaimana semestinya berziarah dan etika apa yang dituntut di dalam berziarah, bagaimana selayaknya perasaan peziarah saat ia berdiri dalam tatap muka yang mulia ini dan apa yang selayaknya ia rasakan saat berada di depan penghuni kubur Saw ? Dalam bagian akhir bait-bait qashidahnya, Ibnu Al Qayyim menyebutkan bahwa ziarah dengan perasaan demikian dan dengan cara tersebut adalah termasuk salah satu amal perbuatan yang paling utama. Berikut Qashidah Nuniyyah Ibnu Al Qayyim :

فَإِذَا أَتَيْنَا الْمَسْجِدَ النَّبَوِىِّ صَلَّ      يْنَا التَّحِيَّةَ أَوَّلاً ثِنْتَانِ
بِتَمَامِ أَرْكَانٍ لَهَا وَ خُشُوْعِهَا        وَحُضُوْرِ قَلْبٍ فِعْلِ ذِي اْلإِحْسَانِ
ثُمَّ اَنْثَنْينَا لِلزِّيَارَةِ نَقْصِدُ الْ         قَبْرَ الشَّرِيْفَ وَلَوْ عَلَى اْلأَجْفَانِ
فَنَقُوْمُ دُوْنَ الْقَبْرِ وَقْفَةً خَاضِعٌ       مُتَذَلِّلٌ فِي السِّرِّ وَ اْلإِعْلاَنِ
فَكَأَنَّهُ فِي الْقَبْرِ حَيٌّ نَاطِقٌ      فَالْوَاقِفُوْنَ نَوَاكِسُ اْلأَذْقَانِ
مَلَكَتْهُمْ تِلْكَ الْمَهَابَةُ فَاعْتَرَتْ      تِلْكَ الْقَوَائِمُ كَثْرَةَ الرَّجْفَانِ
وَ تَفَجَّرَتْ تِلْكَ الْعُيُوْنُ بِمَائِهَا     وَلَطَالَمَّا غَاضَتْ عَلَى اْلأَزْمَانِ
وَ أَتَى الْمُسْلِمُ بِالسَّلاَمِ بِهَيْبَةٍ       وَوَقَارٍ ذِيْ عِلْمٍ وَ ذِيْ إِيْمَانٍ
لَمْ يَرْفَعِ اْلأَصْوَاتَ حَوْلَ ضَرِيْحِهِ     كَلاَّ وَ لَمْ يَسْجُدْ عَلَى اْلأَذْقَانِ
كَلاَّ وَ لَمْ يَرَ طَاِئفًا بِالْقَبْرِ أُسْ       بُوْعًا كَأَنَّ الْقَبْرَ بَيْتٌ ثَانٍ
ثُمَّ اِنْثَنَى بِدُعَائِهِ مُتَوَجِّهًا          ِللهِ نَحْوَ الْبَيْتِ ذِي اْلأَرْكَانِ
هَذِيْ زِيَارَةُ مَنْ غَدَا مُتَمَسِّكًا       بِشَرِيْعَةِ اْلإِسْلاَمِ وَ اْلإِيْمَانِ
مِنْ أَفْضَلِ اْلأَعْمَالِ هَاتِيْكَ الزِّيَا     رَةُ وَهِيَ يَوْمَ الْحَشْرِ فِي الْمِيْزَانِ

·         Jika kita telah tiba di masjid nabawi
     Maka kita shalat tahiyyat dulu dua raka’at
·         Dengan seluruh rukunnya dan dengan penuh kekhusyu’an
Dengan sepenuh hati, layaknya sikap orang yang memiliki sifat ihsan ( merasakan kehadiran Allah )
·         Kemudian kami mulai berziarah menuju
kuburan mulia meskipun berada di pelupuk mata
·         Kami berdiri di hadapannya dengan merendahkan diri
 dalam sepi dan keramaian
·         Seolah-olah di dalam kubur beliau hidup dan mampu berbicara
Sedang orang-orang yang berdiri merendahkan dagunya
·         Para peziarah diliputi rasa segan
hinga kaki-kaki mereka sering bergetar
·         Air mata mereka menetes deras,
 padahal sudah sangat lama kering
·         Dengan penuh hormat dan ketenangan
orang yang berilmu dan beriman memberi salam
·         Ia memelankan suara di dekat kuburan beliau
dan tidak bersujud meletakkan dagunya
·         Ia tidak pernah mengelilingi kuburan selama seminggu,
 seolah-olah kuburan itu rumah kedua
·         Lalu ia beralih, berdo`a kepada Allah
dengan menghadap kiblat yang memiliki beberapa sudut
·         Inilah ziarah
orang yang memegang teguh syariat islam
·          Ziarah ini adalah amal paling utama
 yang akan ditimbang kelak di alam mahsyar


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Peringatan Haul KH. Abdul Fattah Hasyim Ke 36 & Ny. Hj. Musyarrofah Bisri Ke 4, Pertemuan Alumni Besuk Pada Hari Kamis, 21 Maret 2013