Selasa, 14 Juni 2011

Fiqh Ziarah (02-04)


JANGAN MENYAKITI MAYIT AGAR KAMU TIDAK DISAKITI OLEHNYA :
Rasulullah Saw melihat seorang lelaki duduk bersandar di atas kuburan lalu beliau menegur lelaki tersebut
 :
لاَ تُؤْذِ صَاحِبَ الْقَبْرِ
Jangan engkau sakiti penghuni kuburan.”
Hadits ini disebutkan oleh Al Majd Ibnu Taimiyyah dalam Al Muntaqaa ( vol II hlm 104 ) dan menisbatkannya kepada Ahmad dalam Al Musnad. Al Hafid Ibnu Hajar juga menyebut hadits ini dalam Fathul Bari vol III hlm 187 dan mengatakan bahwa isnadnya shahih.
 Al Thahawi meriwayatkan hadits ini dalam Ma’aani Al Aatsaar ( vol I hlm 296 ) dari haditsnya Ibnu ‘Amr ibnu Hazm dengan redaksi :
  رَآنِيْ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم عَلَى قَبْرٍ , فَقَالَ : اِنْزِلْ عَنِ اْلَقْبِر لاَ تُؤْذِ صَاحِبَ اْلقَبْرِ وَلاَ يُؤْذِيْكَ
 
Rasulullah Saw melihatku berada di atas kuburan lalu beliau berkata, “Turunlah dari kuburan. Jangan engkau sakiti penghuni kubur agar ia tidak menyakitimu.” Majma’u Al Zawaid vol III hlm 61. 

ARTI KEHIDUPAN BARZAKH :
Perlu kami jelaskan kepada semua orang arti dari kehidupan orang mati bahwa kehidupan ruh ini adalah kehidupan barzakh yang tidak sama dengan kehidupan kita ini. kehidupan orang mati adalah kehidupan khusus yang layak dengan kondisi mereka dan dengan alam yang menjadi tempat mereka. Namun harus kami jelaskan kepada semua orang bahwa kehidupan tersebut tidak seperti kehidupan kita. Karena kehidupan kita sangat kurang, sangat hina, sangat sempit dan sangat lemah.
 Dalam kehidupan dunia aktivitas manusia itu berkisar antara ibadah, melakukan kebiasaan, mematuhi perintah Allah, berbuat maksiat, dan mengerjakan kewajiban-kewajiban yang beragam untuk dirinya, keluarganya dan Tuhannya. Dalam kehidupan dunia manusia terkadang dalam kondisi suci dan terkadang sebaliknya. Kadang berada di masjid dan kadang berada di kamar mandi. Dan ia tidak mengetahui dalam kondisi apa akhir dari kehidupannya. Jarak antara surga dan dirinya terkadang cuma satu hasta kemudian berubah drastis menjadi penghuni neraka dan kadang yang terjadi sebaliknya. Adapun dalam kehidupan barzakh maka jika manusia itu termasuk orang yang beriman maka ia telah berhasil melewati jembatan ujian yang tidak mampu bertahan di atasnya kecuali orang yang beriman. Selanjutnya ia sudah terlepas dari taklif dan berubah menjadi ruh yang bercahaya, suci, berfikir dan bebas menjelajahi kerajaan besar Allah. Mereka tidak pernah mengalami kesusahan, kesedihan, penderitaan dan kegelisahan. Karena di alam barzakh tidak ada dunia, pekarangan, emas dan perak. Juga tidak ada rasa dengki, jahat dan dendam. 
Jika manusia itu bukan manusia yang beriman maka nasibnya berlawanan dengan manusia yang mu’min
KEISTIMEWAAN-KEISTIMEWAAN PARA NABI DI ALAM BARZAKH
Dalam alam barzakh para nabi memiliki keistimewaan-keistimewaan yang tidak dimiliki manusia lain. Seandainya selain para nabi memeliki persamaan dalam sebagian keistimewaan tersebut dengan para nabi maka persamaan ini bersifat relatif. Dan keistimewaan tetap hanya dimiliki para nabi dipandang dari dua aspek : Pertama, dari aspek keaslian atau orisinilitas dan kedua, dari aspek kesempurnaan.
Berikut sebagian keistimewaan para nabi AS :


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Peringatan Haul KH. Abdul Fattah Hasyim Ke 36 & Ny. Hj. Musyarrofah Bisri Ke 4, Pertemuan Alumni Besuk Pada Hari Kamis, 21 Maret 2013