Rabu, 01 Juni 2011

Kafirnya Tuduhan Kafir ( 19 )

HAKIKAT KELOMPOK IMAM ABUL HASAN AL-ASY’ARI ( ASYA’IRAH )

Banyak kaum muslimin tidak mengenal madzhab Al-Asya’irah ( kelompok ulama penganut madzhab Imam Asy’ari ) dan tidak mengetahui siapakah mereka, dan metode mereka dalam bidang aqidah. Sebagian kalangan, tanpa apriori, malah menilai mereka sesat atau telah keluar dari Islam dan menyimpang dalam memahami sifat-sifat Allah. 
Ketidaktahuan terhadap madzhab Al-Asya’irah ini adalah faktor retaknya kesatuan kelompok ahlussunnah dan terpecah-pecahnya persatuan mereka, sehingga sebagian kalangan yang bodoh memasukkan Al-Asya’irah dalam daftar kelompok sesat. Saya tidak habis pikir, mengapa kelompok yang beriman dan kelompok sesat disatukan ? Dan mengapa ahlussunnah dan kelompok ekstrim mu’tazilah (Jahmiyyah) disamakan ?
أَفَنَجْعَلُ الْمُسْلِمِينَ كَالْمُجْرِمِينَ
"Maka Apakah patut Kami menjadikan orng-orang Islam itu sama dengan orang-orang yang berdosa ( orang kafir ).\"
( Q.S.Al.Qalam : 35 )
Al-Asya’irah adalah para imam ,simbol hidayah dari kalangan ulama muslimin yang ilmu mereka memenuhi bagian timur dan barat dunia dan semua orang sepakat atas keutamaan, keilmuan dan keagamaan mereka. Mereka adalah tokoh-tokoh besar ulama ahlissunnah yang menentang kesewenang-wenangan mu’tazilah.
Dalam versi Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah Al-Asya’irah digambarkan sebagai berikut  : Mereka adalah Para ulama ,  pembela ilmu agama dan  pembela dasar-dasar agama ( ushuluddin ). Al-Fataawaa, volume 4.
Al-Asya’irah ( penganut madzhab Al-Asy’ari ) terdiri dari kelompok para imam ahli hadits, ahli fiqih dan ahli tafsir seperti :
• Syaikhul Islam Ahmad ibn Hajar Al-‘Asqalani, yang tidak   
   disangsikan lagi sebagai gurunya para ahli hadits, penyusun kitab  
   Fathul Baari ‘ala Syarhil Bukhaari. 
• Syaikhu Ulamai Ahlissunnah, Al-Imam An-Nawaawi, penyusun
   Syarh Shahih Muslim, dan penyusun banyak kitab populer.
• Syaikhul Mufassirin Al-Imam Al-Qurthubi penyusun tafsir Al-
  Jaami’ li Ahkaamil Qur’an.
• Syaikhul Islam Ibnu Hajar Al-Haitami, penyusun kitab Az-Zawaajir
  ‘aniqtiraafil Kabaa’ir.
• Syaikhul Fiqh , al-hujjah ( argumentasi ) dan ats-tsabat ( tokoh ulama
yang dipercaya ) Zakaaria Al-Anshari.
• Al-Imam Abu Bakar Al-Baaqilani• Al-Imam Al-Qashthalani.
• Al-Imam An-Nasafi
• Al-Imam Asy-Syarbini
• Abu Hayyan An-Nahwi, penyusun tafsir Al-Bahru Al-Muhith.
• Al-Imam Ibnu Juza, penyusun At-Tashil fi ‘Uluumittanziil.
• Dan lain sebagainya .
Seandainya kita menghitung jumlah ulama besar dari ahli hadits, tafsir dan fiqh dari kalangan Al-Asya’irah, maka keadaan tidak akan memungkinkan dan kita membutuhkan beberapa jilid buku untuk merangkai nama para ulama besar yang ilmu mereka memenuhi wilayah timur dan barat bumi. Adalah salah satu kewajiban kita untuk berterimakasih kepada orang-orang yang telah berjasa dan mengakui keutamaan orang-orang yang berilmu dan memiliki kelebihan yakni para tokoh ulama, yang telah mengabdi kepada syari’at junjungan para rasul Muhammad SAW.
Kebaikan apa yang bisa kita peroleh jika kita menuding para ulama besar dan generasi salaf shalih telah menyimpang dan sesat ? Bagaimana Allah akan membukakan mata hati kita untuk mengambil manfaat dari ilmu mereka bila kita meyakini mereka telah menyimpang dan tersesat dari jalan Islam?Saya ingin bertanya, “Adakah dari para ulama sekarang dari kalangan doktor dan orang-orang jenius, yang telah mengabdi kepada hadits Nabi SAW sebagaimana dua imam besar ; Ibnu Hajar Al-‘Asqqalani dan Al-Imam An-Nawawi, semoga Allah melimpahkan rahmat dan keridloan kepada mereka berdua.”
Lalu mengapa kita menuduh sesat mereka berdua dan ulama Al-Asya’irah yang lain, padahal kita membutuhkan ilmu-ilmu mereka ?
Mengapa kita mengambil ilmu dari mereka jika mereka memang sesat? Padahal Al-Imam Ibnu Sirin rahimakumullah pernah berkata : Ilmu hadits ini adalah agama maka perhatikan dari siapa kalian mengambil agama kalian. 
Apakah tidak cukup bagi orang yang tidak sependapat dengan para imam di atas, untuk mengatakan, “Mereka rahimahullah telah berijtihad dan mereka salah dalam menafsirkan sifat-sifat Allah. Maka yang lebih baik adalah tidak mengikuti metode mereka.” Sebagai ganti dari ungkapan kami menuduh mereka telah menyimpang dan sesat dan kami marah atas orang yang mengkategorikan mereka sebagai ahlussunnah. 
Bila Al-Imam An-Nawawi, Al-‘Asqalani, Al-Qurthubi, Al-Fakhrurrazi, Al-Haitami dan Zakaria Al-Anshari dan ulama besar lain tidak dikategorikan sebagai ahlussunnah wal jama’ah, lalu siapakah mereka yang termasuk ahlussunnah wal jama’ah?.Sungguh, dengan tulus kami mengajak semua pendakwah dan mereka yang beraktivitas di medan dakwah Islam untuk takut kepada Allah dalam menilai ummat Muhammad, khususnya menyangkut tokoh-tokoh besar ulama dan fuqaha’. Karena, ummat Muhammad tetap dalam kondisi baik hingga tiba hari kiamat. Dan tidak ada kebaikan bagi kita jika tidak mengakui kedudukan dan keutamaan para ulama kita sendiri.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Peringatan Haul KH. Abdul Fattah Hasyim Ke 36 & Ny. Hj. Musyarrofah Bisri Ke 4, Pertemuan Alumni Besuk Pada Hari Kamis, 21 Maret 2013