Senin, 23 Mei 2011

Profil Singkat STIBAFA

PROFIL SINGKAT
SEKOLAH TINGGI ISLAM BANI FATAH
(STIBAFA)
TAMBAKBERAS JOMBANG
THE CENTRE OF TAFAQQUH FIDDIN


Kampus STIBAFA Putri

Latar belakang didirikannya STIBAFA adalah salah satu bentuk tanggung jawab Pondok Pesantren untuk memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa sesuai dengan amanah Pembukaan UUD 1945. Serta untuk memenuhi keinginan dan kebutuhan masyarakat terhadap pendidikan tinggi di Indonesia. 

Pondok pesantren adalah bagian integral dari masyarakat Indonesia yang oleh karenanya pondok pesantren senantiasa berupaya aktif menjalankan peran dan fungsinya sebagai lembaga sosial dan keagamaan.
Selaras dengan digulirkannya UU NO. 32 Tahun 2004 tentang otonomi daerah semakin memperkuat citra pondok pesantren sebagai lembaga pendidikan yang terbiasa mandiri dan bisa mengembangkan diri bekerja sama dengan pihak lain.

Kelahiran STIBAFA berawal dari keinginan para masyayikh untuk menyiapkan santri yang intelektual. Berdasarkan atas himmah ini kemudian diadakan perkuliahan yang bertempat di pesantren dengan tetap mempertahankan ciri khas sistem pendidikan pesantren, yang diantaranya tempat yang terpisah (tidak ikhtilath) antara mahasiswa dan mahasiswi.

Berdasarkan musyawarah yayasan lengkap di kediaman KH.M.Ahmad Sahal Mahfudh Kajen pada tanggal 26-27 april 2008 disepakatilah bahwa yayasan Bani Abdul Fatah mendirikan Institut KeIslaman Abdul Fattah Hasyim (IFTAH) dengan tetap mempertahankan budaya pesantren, yakni perkuliahan yang tidak menggabungkan mahasiswa dan mahasiswi. Namun karena beberapa hal maka untuk mencapai IFTAH maka YBAF mengajukan izin dengan nama STI Bani Fatah.

Yayasan yang dimaksud adalah sebuah yayasan yang dirintis dan didirikan oleh putra putri Hadrotus Syaikh KH. Abd. Fattah Hasyim;
1. DR. KH. A.M. Sahal Mahfudz dan Nyai Hj. Nafisah Fattah.
2. KH. Moh. Djamaluddin Ahmad dan Nyai Hj. Hurriyyah Fattah (alm)
3. KH. Sulthon Abd. Hadi dan Nyai Hj. Muthma'innah Fattah
4. KH. Masduqi al-Hafidz dan Nyai Dra. Hj. Lilik Muhibbah Fattah
5. KH. Abd. Nashir Fattah dan Nyai Hj. Salmah Nashir
6. KH. Taufiqurrohman Fattah dan Nyai Hj. Ummu Hanifah Taufiq
7. Drs. H. M. Yahya Dja'far , MA. Dan Nyai Dr. Hj. Syafiyah Fattah, MA.

Sampai saat ini (2008) Yayasan Abdul Fattah Hasyim menaungi sejumlah pesantren yang masing-masing memiliki Madrasah Diniyah, dengan rincian:
1. PP. Putri Al-Fathimiyyah (827 Santri)
2. PP. Putri Al-Amanah (311 Santri)
3. PP. Putra Putri Al-Hikmah (189 Putra Putri)
4. PP. Putra Putri Ar-Roudloh (111 Santri)
5. PP. Putra Putri Al-Hidayah (67 Santri)
6. PP. Putra Al-Muhibbin (835 Santri)
7. PP. Putri Al-Mardliyyah (309 Santri)
8. PP. Putra Putri Al-Fattah (77 Santri)

Sedangkan Lembaga formal yang berada di bawah pengelolaan Bani Abdul Fattah, antara lain:
a. Madrasah Ibtida'iyah
b. Madrasah Program Khusus
c. Madrasah Tsanawiyah Mu'allimin Mu'allimat
d. Madrasah Aliyah Mu'allimin Mu'allimat

Potensi lembaga-lembaga baik pesantren maupun lembaga pendidikan dibutuhkan wadah yang dapat menampung para mutakhorrizin dan mutakhorrijat dari lembaga di atas. Di samping lembaga pendidikan yang berada dibawah naungan YBAF, lokasi STIBAFA berada di tengah-tengah pesantren Bahrul 'Ulum Tambakberas Jombang dengan jumlah lulusan tingkat Aliyah sekitar 700 siswa setiap tahunnya. Dari 700 lulusan ini, sebagian besar di antaranya membutuhkan keberlanjutan pendidikan mereka terutama pendidikan tinggi yang memiliki visi dan misi yang sesuai dengan pendidikan pesantren.

Berdasarkan hal tersebut di atas, ditambah dengan tanggung Jawab yang tinggi serta keinginan luhur untuk tetap mendampingi dan menghantarkan anak didik menjadi pribadi yang taat dalam ibadah, kuat dalam akidah dan memiliki keahlian yang diharapkan bermanfaat di tengah masyarakat, maka para pengasuh pesantren di bawah naungan YBAF bersepakat untuk mendirikan perguruan tinggi yang berada di tengah-tengah pesantren dan didesain ala pesantren.

Tepat pada tanggal 17 Romadlon 1429 H / 16 September 2008 jam 09.00 WIB pihak YBAF menerima SK perizinan pembukaan prodi Ahwalus Syakhshiyyah (AS) dan Prodi Bahasa Arab (PBA) secara simbolis di gedung Depag Pusat Jakarta dengan Nomor: DJ. I/303/2008 tertanggal 04 September 2008.

Menjadi perguruan tinggi Islam yang unggul sebagai pusat tafaqquh fi ad-din bercirikan tradisi santri dan berparadigma ahlussunnah wal jama’ah untuk kepentingan agama, bangsa dan negara.

1. Menyelenggarakan pendidikan tinggi yang profesional di bidang ilmu-ilmu keIslaman dalam rangka menyiapkan santri yang berkualitas ulama akademik
2. Menghasilkan lulusan yang memiliki kepribadian santri yang berlandaskan ahlus sunnah wal jama’ah
3. Mendidik mahasiswa berpikir dan bersikap mandiri, kritis, peduli terhadap lingkungan dan berwawasan global.
4. Menghasilkan produk penelitian dan pemikiran Islam untuk memperkaya khazanah keilmuan Islam ahlus sunnah wal jama’ah
5. Melakukan kegiatan pengabdian pada masyarakat dalam rangka pemberdayaan dan pengembangan potensi umat.

Saat ini, tahun 2011, setelah memperoleh Perpanjangan Izin Operasional sebagaimana Perguruan Tinggi Agama Islam Negeri ataupun Swasta pada tahun 2011, Program Studi yang ada di STIBAFA sebagai berikut:
1. Program Studi Pendidikan Bahasa Arab (PBA) Jurusan Tarbiyah.
Sampai saat ini, mahasiswa yang terdaftar pada program studi ini sebanyak 122 mahasiswa, yang mayoritas berdomisili di Pesantren di wilayah Tambakberas.

2. Program Studi Ahwal al-Syakhshiyyah (AS) Jurusan Syari’ah
Sampai saat ini, mahasiswa yang terdaftar pada program studi ini sebanyak 105 mahasiswa, yang mayoritas berdomisili di Pesantren di wilayah Tambakberas.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Peringatan Haul KH. Abdul Fattah Hasyim Ke 36 & Ny. Hj. Musyarrofah Bisri Ke 4, Pertemuan Alumni Besuk Pada Hari Kamis, 21 Maret 2013