Sabtu, 18 Juni 2011

Fiqh Ziarah ( 39 )


IBNU `UMAR BUKAN SATU-SATUNYA SAHABAT YANG MENARUH PERHATIAN TERHADAP JEJAK PENINGGALAN NABI SAW

Ibnu `Umar populer sebagai sahabat yang menaruh perhatian besar terhadap jejak-jejak peninggalan Nabi Saw dan melestarikannya. Al Syaikh Ibnu Taimiyyah berkata, "Al Imam Ahmad ibnu Hanbal ditanya perihal seorang laki-laki yang mengunjungi beberapa masyahid ini lalu dia menjawab, "Sesungguhnya Ibnu `Umar mengamati tempat-tempat perjalanan Nabi Saw sampai terlihat ia menumpahkan air di tempat yang terdapat air. Ketika ditanya akan hal itu ia menjawab, "Dulu Nabi Saw menumpahkan air di tempat ini. "
Al Bukhari dalam Al Shahihnya meriwayatkan dari Musa ibnu `Uqbah, ia berkata, "Saya melihat Salim ibnu `Uqbah mengamat-amati beberapa lokasi jalan dan shalat di tempat tersebut. Ia menceritakan bahwa ayahnya shalat di tempat-tempat tersebut dan melihat Nabi melakukan shalat di situ." Musa berkata, "Nafi` menceritakan kepadaku bahwa Ibnu `Umar shalat di tempat-tempat tersebut. " Iqtidla` Al Shirath Al Mustaqim hlm. 385.
Ibnu `Umar bukan satu-satunya sahabat yang melakukan hal ini. Banyak sahabat lain yang melakukan hal yang sama. Kami telah menyebutkan bukti-bukti pendukung akan fakta ini sebelumnya, yaitu tindakan yang dilakukan oleh khulafaurrasyidin yang mana tindakan mereka oleh Nabi dijadikan sebagai sunnah yang patut ditiru yang bersumber dari sunnah dan petunjuk Nabi. Beliau Saw juga menyuruh untuk berpegang teguh dengan sunnah mereka dan menjadikannya sebagai rujukan. Sudah maklum bahwa sunnah mereka sesungguhnya sunnah Nabi juga karena mereka tidak akan berkomentar, berijtihad dan berfikir terhadap sabda Nabi yang shahih dan terbukti bersumber dari beliau.
Dalam pembahasan mengenai memohon berkah dengan jejak-jejak peninggalan Saw kami telah menyebutkan sejumlah nash yang memadai yang memiliki relasi kuat dengan pembahasan dalam tema ini. Dengan nash-nash ini akan menjadi jelas bagaimana para sahabat termasuk Ibnu `Umar dan yang lain memohon berkah dengan jejak-jejak peninggalan beliau. Sejatinya kedua pembahasan ini saling terkait dan bermuara dari satu sumber. Karena memohon berkah dengan jejak-jejak peninggalan beliau adalah cabang dari melestarikan dan menaruh perhatian terhadap jejak-jejak tersebut. Hanya saja yang kedua lebih bersentuhan dengan sejarah dan peradaban sosial, sedang yang pertama lebih relevan dengan keimanan, rasa cinta dan hubungan batin.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Peringatan Haul KH. Abdul Fattah Hasyim Ke 36 & Ny. Hj. Musyarrofah Bisri Ke 4, Pertemuan Alumni Besuk Pada Hari Kamis, 21 Maret 2013