Sabtu, 28 Mei 2011

Kafirnya Tuduhan Kafir ( 02 )


SIKAP SYAIKH MUHAMMAD IBN ‘ABDUL WAHHAB MENYANGKUT TAKFIR

Syaikh Muhammad ibn ‘Abdul Wahhab Rahimakumullah memiliki sikap mulia dalam hal pentakfiran. Sebuah sikap yang dipandang aneh oleh mereka yang mengklaim sebagai pendukungnya kemudian memvonis kafir secara serampangan terhadap siapapun yang berbeda jalan dan menolak pemikiran mereka. Padahal Syaikh Muhammad ibn ‘Abdul Wahhab sendiri menolak semua pandangan-pandangan tak berharga yang dialamatkan kepadanya. Dalam sebuah risalah yang dikirimkannya kepada penduduk Qashim pada bahasan tentang aqidah ia menulis sebagai berikut :

''Telah jelas bagi kalian bahwa telah sampai kepadaku berita mengenai risalah Sulaiman ibn Suhaim yang telah sampai kepada kalian dan bahwa sebagian ulama didaerah kalian menerima dan membenarkan isi risalah tersebut. Allah mengetahui bahwa Sulaiman ibn Suhaim mengada-ada atas nama saya ucapan-ucapan yang tidak pernah aku katakan dan kebanyakan tidak terlintas sama sekali di hatiku.''
Diantaranya : 
- Ucapan Sulaiman bahwa saya menganggap sesat semua kitab   madzhab empat
- Bahwa manusia semenjak 600 tahun yang silam tidak menganut agama yang benar.
-Saya mengklaim mampu berijtihad dan lepas dari taqlid.
- Perbedaan para ulama adalah malapetaka 
-  saya mengkafirkan orang yang melakukan tawassul dengan orang-orang shalih, 
- saya mengkafirkan Imam Al-Bushoiri karena ucapannya: Wahai Makhluk paling mulia.
- Seandainya saya mampu meruntuhkan kubah Rasulullah SAW maka saya akan melakukannya
 -  jika saya mampu mengambil talang Ka’bah yang terbuat dari emas maka saya akan menggantinya dengan talang kayu.
-  Saya mengharamkan ziarah ke makam Nabi SAW,
- mengingkari ziarah ke makam kedua orang tua dan makam orang lain,
- saya mengkafirkan orang yang bersumpah dengan selain Allah,
- saya mengkafirkan Ibnu Faridl dan Ibnu ‘Araby, 
-  bahwasanya saya membakar kitab Dalailul Khairaat dan Raudlul Rayaahin yang kemudian saya namakan Raudlul Syayaathiin.

Jawaban saya atas tuduhan telah mengucapkan perkataan-perkataan di atas adalah firman allah  :
سُبْحَانَكَ هَذَا بُهْتَانٌ عَظِيمٌ
"Maha suci Engkau ( ya Tuhan kami ), ini adalah Dusta yang besar." ( Q.S.An.Nuur: 16)

Sebelum apa yang saya alami terjadi, peristiwa ini mirip pernah dialami Nabi SAW. Beliau dituduh telah memaki Isa ibn Maryam dan orang-orang shalih. Hati mereka yang melakukan perbuatan terkutuk ini sama persis sebab menciptakan kebohongan dan ucapan palsu. Allah berfirman
:
إِنَّمَا يَفْتَرِي الْكَذِبَ الَّذِينَ لا يُؤْمِنُونَ بِآيَاتِ اللَّهِ وَأُولَئِكَ هُمُ الْكَاذِبُونَ
"Sesungguhnya yang mengada-adakan kebohongan, hanyalah orang-orang yang tidak beriman kepada ayat-ayat Allah.\" ( Q.S.An.Nahl : 105 )

Kafir Qurays melontarkan tuduhan palsu bahwa Nabi SAW mengatakan bahwa Malaikat, Isa dan ‘Uzair berada di neraka. Lalu Allah menurunkan firman-Nya :
إِنَّ الَّذِينَ سَبَقَتْ لَهُمْ مِنَّا الْحُسْنَى أُولَئِكَ عَنْهَا مُبْعَدُونَ
"Bahwasanya orang-orang yang telah ada untuk mereka ketetapan yang baik dari Kami, Mereka itu dijauhkan dari neraka."( Q.S.Al.Anbiyaa` : 101)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Peringatan Haul KH. Abdul Fattah Hasyim Ke 36 & Ny. Hj. Musyarrofah Bisri Ke 4, Pertemuan Alumni Besuk Pada Hari Kamis, 21 Maret 2013