Sabtu, 18 Juni 2011

Fiqh Ziarah ( 40 )


IBNU ABBAS DAN JEJAK-JEJAK MASA LALU  PENINGGALAN BELIAU

Ketika Abdullah ibnu Al Zubair hendak membongkar ka`bah ia mengumpulkan para sahabat. Ia mengajak mereka bermusyawarah tentang rencana itu. Lalu Ibnu Abbas mengusulkan agar ka`bah jangan dibongkar total tetapi hanya merenovasi bagian-bagian yang membutuhkan perbaikan saja agar bagian yang layak dipertahankan dibiarkan apa adanya demi melestarikan batu-batu kuno yang ada pada masa pertama yaitu masa islam, masa diutusnya beliau dan masa Nabi Saw.
Dari `Atha`, ia berkata, "Saat ka`bah terbakar ( pada masa kekuasaan Yazid ibnu Mu`awiyah ) ketika makkah diserang oleh penduduk Syam maka terjadilah apa yang terjadi, Abdullah ibnu Al Zubair membiarkan ka`bah itu hingga orang-orang datang pada musim haji dan ia memprovokasi mereka untuk melawan penduduk Syam. Ketika berada di hadapan mereka, Abdullah ibnu Al Zubair berkata, "Wahai saudara-saudara, sampaikanlah pandanganmu kepadaku perihal ka`bah. Apakah saya harus membongkarnya lalu membangunnya kembali ataukah cukup memperbaiki bagian yang rusak saja ?" "Sungguh saya berpendapat agar engkau memperbaiki bagian yang rusak dan membiarkannya dalam kondisi saat orang-orang masuk Islam serta membiarkan pula bebatuan di mana orang-orang masuk Islam dan beliau diutus saat itu."
Shahih Muslim Kitabul Hajj bab Naqdhil ka`bah wa Binaaiha Syarh Al Nawawi.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Peringatan Haul KH. Abdul Fattah Hasyim Ke 36 & Ny. Hj. Musyarrofah Bisri Ke 4, Pertemuan Alumni Besuk Pada Hari Kamis, 21 Maret 2013