Senin, 06 Juni 2011

Fiqh Tawassul ( 33 )


DAFTAR NAMA PARA IMAM YANG MEMPRAKTEKKAN TAWASSUL

Di sini kami akan menyebutkan para imam besar dan pakar hadits paling populer yang berpendapat diperbolehkannya tawassul atau yang mengutip dalil-dalil tawassul.
1.       Al Imam Al Hafidh Abu ‘Abdillah Al Hakim
dalam kitabnya Al Mustadrak ‘ala al Shahihain, yang telah menyebutkan hadits mengenai tawassul Adam dengan Nabi Muhammad dan menilai hadits itu shahih.
2.       Al Imam Al Hafidh Abu Bakar al Baihaqi
dalam kitabnya Dalaa’ilu al Nubuwwah, yang telah menyebutkan hadits mengenai tawassul Adam dan yang lain. Al Baihaqi memiilki komitmen untuk tidak meriwayatkan hadits maudlu’ ( palsu ).
3.       Al Imam Al Hafidh Jalaaluddin Al Suyuthi
dalam kitabnya Al Khashaaish Al Kubraa, yang telah menyebutkan hadits tentang tawassul Adam.
4.      Al Imam Al Hafidh Abu al Faraj ibn al Jauzi
dalam kitabnya Al Wafaa’, yang telah menyebutkan hadits tawassul Adam dan hadits lain.
5.      Al Imam Al Hafidh Qadli ‘Iyaadl
dalam kitabnya Al Syifaa’ bi Ta’riifii huquuqi al Mushthafaa, yang telah menyebutkan banyak hadits tentang tawassul dalam bab Al Ziyarah dan bab Fadhlu al Nabiyyi.
6.      Al Imam Al Syaikh Nuruddin Al Qaari
yang populer dengan nama Malaa ‘Ali Qari dalam kitab syarhnya terhadap kitab Al Syifaa’ pada bab-bab di atas.
7.       Al ‘Allamah Ahmad Syihabuddin Al Khafaji
dalam kitab syarhnya atas Al Syifaa’ yang bernama Nasiimurriyaadl pada bab-bab di atas.
8.       Al Imam Al Hafidh Al Qasthalani
dalam kitabnya Al Mawaahib Al Laadunniyyah pada almaqshid al awwal. 
9.      Al ‘Allamah Al Syaikh ‘Abdul Baaqi AL Zurqaani
dalam kitab syarhnya atas Al Mawaahib vol. I hlm. 44.
10.   Al Imam Syaikul Islam Abu Zakaria Yahya Al Nawawi
dalam kitabnya Al Iidhah pada al bab al saadis hlm. 498.
11.  Al ‘Allamah Ibnu Hajar Al Haitami
dalam hasyiahnya atas kitab Al Iidlah hlm. 499. Beliau juga memiliki risalah khusus dalam bab ini yang diberi nama Al Jauhar Al Munadhdham.
12.  Al Hafidh Syihabuddin Muhammad ibn Muhammad ibn Al Jazari Al Dimasyqi
dalam kitabnya ‘Uddatul Hishnil Hashiin dalam Fadhluddu’a.
13.  Al ‘Allamah Al Imam Muhammad ibn ‘Ali Al Syaukani
dalam kitabnya Tuhfatu al Dzaakiriin hlm. 161.
14.   Al ‘Allamah   Al Muhaddits ‘Ali ibn ‘Abdul Kaafi Al Subki dalam kitabnya Syifaau al Saqaam fi Ziaarati Khairil Anaam.
15.   Al Hafidh ‘Imaduddin Ibnu Katsir dalam menafsirkan :
وَلَوْ أَنَّهُمْ إِذْ ظَلَمُوا أَنْفُسَهُمْ جَاءُوكَ فَاسْتَغْفَرُوا اللَّهَ وَاسْتَغْفَرَ لَهُمُ الرَّسُولُ لَوَجَدُوا اللَّهَ تَوَّابًا رَحِيمًا

Ia menyebutkan kisah Al ‘Utbi beserta a’rabi yang datang berziarah dengan niat memohon syafaat dengan Nabi SAW dan Al ‘Utbi tidak menentangnya sama sekali. Juga menyebutkan kisah tawassul Adam dengan Nabi SAW dalam Al Bidayah wa Al Nihayah dan tidak memvonisnya sebagai hadits palsu. Vol III hlm. 180.
Ibnu Katsir juga menyebutkan kisah seorang lelaki yang datang ke kuburan Nabi untuk bertawassul dengannya. “Isnad kisah ini adalah shahih,” komentar Ibnu Katsir.
Ibnu Katsir juga menuturkan bahwa slogan kaum muslimin adalah YAA MUHAMMADAAH . vol. VI hlm. 324
16.  Al Imam Al Hafidh Ibnu Hajar
yang menyebutkan kisah seorang laki-laki yang datang ke kuburan Nabi dan bertawassul dengannya. Ibnu Hajar menilai shahih sanad hadits ini dalam Fathu al Baari vol. II hlm. 495.
17.   Al Imam Al Mufassir Abu ‘Abdillah Al Qurthubi
dalam Tafsirnya, Vol V hal. 265, dalam menafsirkan ayat :
  وَلَوْ أَنَّهُمْ إِذْ ظَلَمُوا أَنْفُسَهُمْ جَاءُوكَ فَاسْتَغْفَرُوا اللَّهَ وَاسْتَغْفَرَ لَهُمُ الرَّسُولُ لَوَجَدُوا اللَّهَ تَوَّابًا رَحِيمًا


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Peringatan Haul KH. Abdul Fattah Hasyim Ke 36 & Ny. Hj. Musyarrofah Bisri Ke 4, Pertemuan Alumni Besuk Pada Hari Kamis, 21 Maret 2013