Senin, 13 Juni 2011

Fiqh Barokah (55-59)





TABARRUK DENGAN JUBAH NABI SAW

Dari Asma’ binti Abi Bakar bahwa sesungguhnya ia mengeluarkan jubah hijau Persia yang bertambalkan sutera yang kedua celahnya dijahit dengan sutera juga.
“Ini adalah jubah Rasulullah, “ kata Asma’,
”ia disimpan oleh ‘Aisyah. Saat ia wafat jubah ini aku ambil. Nabi pernah mengenakan jubah ini dan saya membasuhnya untuk orang-orang sakit dalam rangka memohon kesembuhan dengannya.”
( Kitabullibas wazzinah vol. III hlm. 140 ).

TABARRUK DENGAN APA YANG DISENTUH TANGAN NABI SAW
Dari Shofiyah binti Mujza’ah bahwa Abu Mahdzurah memiliki jambul di bagian depan kepalanya. Jika duduk ia membiarkan jambul itu tergerai sampai menyentuh tanah. Orang-orang berkata kepadanya,
“Kenapa tidak engkau potong saja ?”
 “Sesungguhnya Rasulullah Saw telah menyentuh jambulku ini dengan tangannya maka saya tidak akan memotongnya sampai mati,” jawabnya. 

Hadits ini diriwayatkan oleh Al Thabarani dan di dalam sanadnya ada Ayyub ibnu Tsabit Al Makki. Kata Abu Hatim, “LAYUHMALU HADITSUHU.”
Demikaian dala, Majma’ Al Zawaaid vol V hlm. 165.

Dari Muhammad ibnu Abdil Malik ibnu Abu Mahdzurah dari ayahnya dari kakeknya, ia berkata, “Aku berkata, ”Wahai Rasulullah !, ajarilah aku cara adzan.”
Lalu beliau mengusap bagian depan kepalaku dan mengatakan, “Katakan : “Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar dengan mengeraskan suaramu dan seterusnya….”

 Dalam sebuah riwayat : “Abu Mahdzurah tidak memotong dan memisah-misahkan rambut depannya karena Nabi pernah mengusapnya.” HR Al Baihaqi, Al Daruquthni, Ahmad, serta Ibnu Hibban, dan Al Nasai meriwayatkannya senada dengan hadits ini. 

TABARRUK DENGAN GELAS NABI DAN MASJID YANG NABI SHOLAT DI DALAMNYA
Dari Abu Burdah, ia berkata, “Saya tiba di Madinah dan disambut oleh Abdullah ibnu Salam. “Mari pergi ke rumah, engkau akan kuberi minum dalam gelas yang pernah digunakan minum Rasulullah dan engkau sholat di masjid yang beliau sholat di dalamnya,” ajak Abdullah ibnu Salam. Akhirnya saya pergi bersama Abdullah dan ia memberi saya minum, memberi makan kurma dan sholat di masjid Nabi.
HR Al Bukhari dalam Kitabu Al I’tisham bi Al Kitab wa Al Sunnah. 

TABARRUK DENGAN TEMPAT TELAPAK KAKI NABI SAW
Dalam hadits Abu Mijlaz terdapat keterangan bahwa Abu Musa berada antara Makkah dan Madinah lalu ia sholat ‘Isya’ dua rakaat kemudian berdiri melaksanakan satu rakaat sholat witir dengan membaca 100 ayat dari surat Al Nisaa’. “Saya tidak menyia-nyiakan kesempatan dengan menaruh kedua telapak kakiku pada tempat di mana Rasulullah dulu meletakkan kedua telapak kakinya dan saya membaca apa yang dulu dibaca beliau Saw.”
 HR Al Nasa’i vol. III hlm. 246.

TABARRUK DENGAN RUMAH YANG PENUH BERKAH
Dari Muhammad ibnu Sauqah dari ayahnya, ia berkata, “Saat ‘Amr ibnu Harits membangun rumahnya saya datang kepadanya untuk menyewa sebagian rumah tersebut.
“Apa yang akan kamu lakukan,” tanya ‘Amr.
“Saya ingin duduk di rumah itu dan melakukan jual beli,” kataku.
‘Amr berkata, “Saya katakan : Sungguh saya akan menyampaikan kepadamu mengenai rumah ini, sebuah hadits bahwa rumah ini adalah rumah yang memberi keberkahan kepada orang yang tinggal di dalamnya, dan orang yang melakukan jual beli di tempat itu. Demikian itu karena saya datang kepada Nabi dan di dekat beliau diletakkan uang. Lalu beliau mengambil beberapa dirham dengan telapak tangannya dan menyerahkannya kepadaku.
“Wahai ‘Amr, ambillah beberapa dirham ini sampai kamu berfikir di manakah kamu akan meletakkannya.”
 Dirham-dirham itu adalah pemberian Rasulullah untukku.
Lalu aku pun mengambil dirham-dirham tersebut kemudian saya tinggal beberapa lama hingga saya tiba di Kufah dan ingin membeli sebuah rumah. “Wahai anakku !, jika engkau ingin membeli rumah dan dan sudah menyiapkan uangnya, beritahulah aku,” kata ibuku.
Saya pun melaksanakan perintah ibu. Kemudian saya datang kepada ibu lalu memangginya. Lalu ibu datang dan uang sudah diletakkan. Ibu mengeluarkan sesuatu beserta dirham-dirham tersebut lalu dengan tangan mencampurkannya dengan dirham.
“Bu,” kataku, “apa sih ini.”
“Anakku !, ini adalah dirham-dirham yang kamu datang membawanya dan kamu mengira Rasulullah telah memberikannya dengan tangan beliau. Saya tahu bahwa rumah ini memberikan keberkahan bagi orang yang duduk di dalamnya dan bagi yang melakukan jual beli di tempat itu.”
HR Al Thabarani dalam Al Kabir dan Abu Ya’la vol. IV hlm 111 Majma’ al Zawaid. 

   

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Peringatan Haul KH. Abdul Fattah Hasyim Ke 36 & Ny. Hj. Musyarrofah Bisri Ke 4, Pertemuan Alumni Besuk Pada Hari Kamis, 21 Maret 2013