Minggu, 12 Juni 2011

Fiqh Barokah ( 44 )


TABARRUK DENGAN DARAH NABI SAW

Hadits Abdullah ibnu Zubair RA :
Dari ‘Amir ibnu Abdullah ibn Zubair bahwa ayahnya menceritakan kepadanya bahwa ia datang kepada Nabi SAW pada saat beliau sedang melakukan bekam. Setelah Nabi selesai berbekam beliau berkata :  
 يَاعَبْدَ اللهِ ! اِذْهَبْ بِهَذَا الدَّمِ فَاَهْرِقْهُ حَيْثُ لاَ يَرَاكَ أَحَدٌ , فَلَمَّا بَرَزَ عَنْ رَسُوْلِ اللهِ عَدَلَ إِلَى الدَّمِ فَشَرِبَهُ , فَلَمَّا رَجَعَ قَالَ : يَاعَبْدَ الله ! مَا صَنَعْتَ بِالدَّمِ ؟ قَالَ : جَعَلْتُهُ فِيْ أَخْفَى مَكَانٍ عَلِمْتُ أَنَّهُ يَخْفَى عَنِ النَّاسِ , قَالَ : لَعَلَّكَ شَرِبْتَهُ ؟ قَالَ : نَعَمْ , فَقَالَ صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَلِمَ شَرِبْتَ الدَّمَ ؟ وَيْلٌ لِلنَّاسِ مِنْكَ وَوَيْلٌ لَكَ مِنَ النَّاسِ .

  “Wahai Abdullah, pergilah dan tumpahkanlah darah ini di tempat yang tidak diketahui orang.” Ketika Abdullah keluar meninggalkan Rasulullah ia mendekati darah tersebut dan meminumnya. Ketika ia kembali, Nabi bertanya, “Apa yang kamu lakukan terhadap darah?”
 “Saya letakkan darah tersebut dalam tempat paling tersembunyi yang saya tahu bahwa tempat itu tersembunyi dari manusia,” jawab Abdullah ibnu Zubair. 
“Paling engkau meminumnya.”“Benar.”
“Celakalah manusia karena kamu dan celakalah kamu karena mereka,” kata Nabi.

  Berkata Abu Musa : Berkata Abu Qasim : Orang-orang menganggap bahwa kekuatan yang dimiliki Abdullah ibnu Zubair adalah akibat meminum darah Nabi SAW. (Al Ishabah vol. II hlm. 310).
Al Hakim meriwayatkan pada vol. III hlm 554 dan Thabarani semisal hadits dari Abdullah ibnu Abbas di atas. Al Haitsami berkata dalam vol. VIII hlm. 270 : Hadits di atas diriwayatkan oleh Al Thabarani dan Al Bazzar dengan singkat. Para perawi Al Bazzar adalah para perawi yang sesuai dengan kriteria hadits shahih kecuali Hunaid ibnu Al Qasim yang nota bene tsiqah (kredibel). 
Ibnu ‘Asakir juga meriwayatkan semisal hadits riwayat Ahmad sebagaimana dijelaskan dalam Al Kanzu vol. VII hlm. 57 besertaan dengan menyebut ucapan Abu ‘Ashim. Dalam sebuah riwayat disebutkan : Berkata Abu Salamah : “Para sahabat menilai bahwa kekuatan yang dimiliki Abdullah ibnu Al Zubair berasal dari kekuatan darah Rasulullah SAW. 
Dalam versi Abu Nu’aim dalam Hilyatul Auliyaa’ vol. I hlm. 33 dari Kaisan maula Abdullah ibnu Al Zubair RA berkata :  

دَخَلَ سَلْمَانُ رَضِيَ الله عَنْهُ عَلَى رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَإِذًا عَبْدُ الله ابْنُ الزُّبَيْرِ مَعَهُ طَسْتٌ يَشْرَبُ مَا فِيْهَا , فَدَخَلَ عَبْدُ اللهِ عَلَى رَسُوْلِ اللهِ فَقَالَ لَهُ : فَرَغْتَ ؟ قَالَ : نَعَمْ , قَالَ سَلْمَانُ : مَا ذَاكَ يَارَسُوْلَ اللهِ ؟ قَالَ : أَعْطَيْتُهُ غُسَالَةَ مَحَاجِمِى يَهْرِيْقُ مَا فِيْهَا , قَالَ سَلْمَانُ : ذَاكَ شَرِبَهُ وَالَّذِيْ بَعَثَكَ بِالْحَقِّ , قَالَ : شَرِبْتَهُ ؟ قَالَ : نَعَمْ , قَالَ : لِمَ ؟ قَالَ : أَحْبَبْتُ أَنْ يَكُوْنَ دَمُ رَسُوْلِ اللهِ فِيْ جَوْفِيْ , فَقَامَ وَرَبَتْ بِيَدِهِ عَلَى رَأْسِ ِابْنِ الزُّبَيْرِ , وَقَالَ : وَيْلٌ لَكَ مِنَ النَّاسِ وَوَيْلٌ لِلنَّاسِ مِنْكَ لاَ تَمَسَّكَ النَّارُ ِإلاَّ قَسَمَ الْيَمِيْنِ .

 “Salman masuk menemui Rasulullah SAW. Kebetulan ada Abdullah ibnu Al Zubair yang membawa sebuah baskom dan sedang meminum isinya. Abdullah lalu masuk menemui beliau.
“Sudah selesai ?” tanya beliau.
“Sudah,” jawab Abdullah.
“Apa itu ?, wahai Rasulullah !” tanya Salman.
“Saya berikan kepada Abdullah wadah yang berisi bekas darah bekamku untuk dibuang isinya, “ jawab Nabi.
 “Demi Dzat yang mengutusmu dengan haq, ia telah meminumnya, “ lanjut Salman.
 Nabi pun bertanya kepada Abdullah, “Apa kamu meminumnya ?”
 “Benar,” jawab Abdullah.
 “Mengapa.”
“Saya ingin darah Rasulullah ada dalam perutku.”
Nabi lalu bangkit berdiri dan mengusap kepala Abdullah dengan tangan beliau dan berkata, “Celakalah manusia karena kamu dan celakalah kamu karena mereka. Neraka tidak akan menyentuhmu kecuali sumpah”

Ibnu ‘Asakir meriwayatkan dari Salman semisal hadits ini dengan singkat dan para perawinya adalah para perawi yang kredibel. ( tsiqaat ). Demikian dalam Al Kanzu VII hlm. 56. Al Daruquthni dalam Sunannya meriwayatkan hadit semisal. 
Dalam sebuah riwayat : Bahwa Abdullah ibnu Al Zubair ketika meminum darah Rasulullah ditanya oleh Nabi SAW, “Apa yang mendorongmu melakukan hal ini ?”
 “Saya yakin bahwa darahmu tidak akan terkena api neraka Jahannam maka karena alasan inilah aku meminumnya,” jawab Abdullah.
 “Celakalah kamu karena manusia,” ujar Nabi SAW.

 Versi Ad-Daruquthni dari haditsnya Asmaa’ binti Abi Bakr semisal hadits di atas dan di dalamnya berisi sbb : “Api neraka tidak akan menyentuhmu.”
 Dalam Kitabu Al Jauhari Al Maknuni fi Dzikri Al Qabaaili wa Al Buthuni sbb : “Ketika Abdullah minum darah Nabi SAW maka mulutnya menebarkan bau harum misik dan bau ini tidak pernah hilang dari mulutnya sampai ia disalib.”
(Al Mawaahib karya Al Hafidh Al Qasthalani). 


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Peringatan Haul KH. Abdul Fattah Hasyim Ke 36 & Ny. Hj. Musyarrofah Bisri Ke 4, Pertemuan Alumni Besuk Pada Hari Kamis, 21 Maret 2013