Sabtu, 11 Juni 2011

Fiqh Barokah (21-25)


NABI SAW TIDAK MENGUAP :

Al Bukhari meriwayatkan dalam Al Tarikh, Ibnu Abi Syaibah dalam Al Mushannaf dan Ibnu Sa’ad dari Yazid ibn Al Ashamm, ia berkata, “Tidak pernah sekalipun Nabi SAW menguap.”
Ibnu Abi Syaibah meriwayatkan dari Maslamah ibn Abdil Malik ibn Marwan, ia berkata, “Tidak pernah sekalipun Nabi SAW menguap


AIR KERINGAT MULIA NABI SAW :

Muslim meriwayatkan dari Anas, ia berkata, “Rasulullah SAW masuk menemui kami lalu beliau tidur siang. Saat tidur badan beliau mengeluarkan keringat. Ibuku datang membawa botol. Kemudian ia mengambil keringat Nabi dengan kain. Lalu Nabi terjaga dan bertanya, “Apa yang kamu lakukan ini, wahai Ummu Sulaim ?”. “Keringat yang saya masukkan dalam minyak wangi saya. Keringat ini paling wanginya wewangian,” jawab ibuku. 
Muslim juga meriwayatkan lewat jalur lain dari Anas, ia berkata, “Sesungguhnya Nabi SAW mendatangi Ummu Sulaim. Lalu beliau hendak tidur siang. Ummu Sulaim kemudian menggelar alas dari kulit dan Nabi tidur di atasnya. Nabi adalah orang yang banyak mengeluarkan keringat. Ummu Sulaim kemudian mengumpulkan keringat beliau lalu memasukkannya dalam minyak wangi dan botol. “Wahai Ummu Sulaim, apa ini ?” tanya Nabi. “Keringat yang saya campurkan pada minyak wangi saya,” jawab Ummu Sulaim. 

TIDAK DI HINGGAPI LALAT

Al Qadli ‘Iyadl dalam Al Syifa’ dan Al ‘Azafiy dalam Maulidnya mengatakan, “Salah satu keistimewaan Nabi SAW bahwa beliau tidak dihinggai lalat.”
Dalam Al Khashaish. Ibnu Sab’in menyebutkannya dengan redaksi : Tidak ada seekor nyamuk pun yang hinggap di atas pakaian Nabi SAW. “Bahwa kutu tidak hinggap dan menyakiti beliau,” tambahnya. 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Peringatan Haul KH. Abdul Fattah Hasyim Ke 36 & Ny. Hj. Musyarrofah Bisri Ke 4, Pertemuan Alumni Besuk Pada Hari Kamis, 21 Maret 2013