Kamis, 09 Juni 2011

Fiqh Barokah ( 03 )


IBNU TAIMIYYAH DAN KEISTIMEWAAN-KEISTIMEWAAN KENABIAN

Ibnu Taimiyyah terkenal dengan sikapnya yang ketat. Dalam kitab-kitabnya, ia mengutip sebagian pendapat mengenai keistimewaan-keistimewaan kenabian yang sanadnya tidak sahih. Ia menggunakannya sebagai argumentasi dalam banyak masalah dan menilainya bisa dijadikan pedoman dalam memberikan penjelasan atau menguatkan hadits yang ia tafsirkan.
Sebagian dari pendapat yang ia kutip misalnya adalah ucapannya dalam Al Fataawaa Al Kubraa, “Telah diriwayatkan bahwa Allah SWT telah menulis nama Nabi Muhammad SAW pada ‘arsy dan pintu, kubah serta dedaunan surga.” Dalam hal ini telah diriwayatkan pula sejumlah atsar yang senada dengan hadits-hadits yang ada yang menjelaskan sanjungan terhadap nama Nabi dan peninggian sebutan beliau SAW saat ia mengatakan, “Telah disebutkan teks hadits yang terdapat dalam Al Musnad dari Maisarah Al Fajr saat Nabi ditanya, “Kapan engkau menjadi Nabi ?” “Saat Adam masih dalam kondisi antara ruh dan jasad,” jawab beliau. Hadits ini juga telah diriwayatkan oleh Abul Husain ibn Busyran dari jalur Al Syaikh Abi Al Faraj ibn Al Jauzi dalam Al Wafaa bi Fadlaaili al Mushthafa SAW sbb : Bercerita kepadaku Abu Ja’far Muhammad ibn ‘Umar, bercerita kepadaku Ahmad ibn Ishaq ibn Shalih, bercerita kepadaku Muhammad ibn Sinan Al ‘Aufi, bercerita kepadaku, bercerita kepadaku Ibrahim ibn Thuhman dari Yazid ibn Maisarah dari Abdillah ibn Sufyan dari Maisarah, ia berkata : Saya bertanya, “Wahai Rasulullah, kapankah engkau menjadi Nabi ?”
 
  لمَاَّ خَلَقَ اللهُ اْلأَرْضَ وَاسْتَوَى إِلَى السَّمَاءِ فَسَوَّاهُنَّ سَبْعَ سَمَوَاتٍ وَخَلَقَ الْعَرْشَ كَتَبَ عَلَى
سَاقِ الْعَرْشِ مُحَمَّدٌ رَسُوْلُ اللهِ خَاتِمُ اْلأَنْبِيَاءِ , وَخَلَقَ الْجَنَّةَ الَّتِي أَسْكَنَهَا آدَمَ وَحَوَّاءَ فَكَتَبَ أِسْمِيْ
عَلَى اْلأَبْوَابِ وَاْلأَوْرَاقِ وَالْقُبَابِ وَالْخِيَاِم وَآدَمُ بَيْنَ الرُّوْحِ وَالْجَسَدِ , فَلَمَّا أَحْيَاهُ اللهُ تَعَالَى نَظَرَ إِلى
الْعَرْشِ فَرَأَى اِسْمِىْ فَأَخْبَرَهُ اللهُ أَنَّهُ سَيِّدُ وَلَدِكَ , فَلَمَّا غَرَّهُمَا الشَّيْطَانُ تَابَا وَاسْتَشْفَعَا بِاسْمِيْ إِلَيْهِ.

Ketika Allah menciptakan bumi dan menuju ke langit kemudian langit dijadikan-Nya tujuh lapis dan menciptakan ‘arsy maka Allah menulis pada batang ‘arsy Muhammadun Rasulullahi Khatamul Anbiyaai. Dan ketika Allah menciptakan sorga yang didiami Adam dan Hawa maka Allah menulis namaku pada pintu, dedaunan, kubah dan kemah sedang Adam dalam kondisi antara ruh dan jasad. Saat Allah menghidupkan Adam, ia memandang ‘arsy lalu melihat namaku. Kemudian Allah memberitahukan kepada Adam bahwa Muhammad adalah Junjungan anak cucumu. Waktu syetan berhasil memperdayai Adam dan Hawa, keduanya bertaubat dan memohon syafaat kepada Allah dengan namaku,” jawab Nabi.
Al Fataawaa vol. II hlm. 151

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Peringatan Haul KH. Abdul Fattah Hasyim Ke 36 & Ny. Hj. Musyarrofah Bisri Ke 4, Pertemuan Alumni Besuk Pada Hari Kamis, 21 Maret 2013