Selasa, 14 Juni 2011

Fiqh Ziarah ( 10 )


MENGIRIM SALAM VIA POS KEPADA NABI SAW

Dari Yazid Al Mahdi, ia berkata, “Ketika saya berpamitan kepada ‘Umar ibnu Abdul Aziz ia berkata, “Saya ada keperluan denganmu.” “Wahai amirul mu’minin !, apa keperluanmu yang bisa saya bantu, “kataku. “Jika engkau tiba di Madinah maka engkau akan melihat kuburan Nabi, sampaikan salamku untuk beliau,” jawab ‘Umar.
Dari Hatim ibnu Wardan ia berkata, “’Umar ibnu Abdil Aziz menugaskan petugas pos dari Syam menuju Madinah untuk menyampaikan salam kepada Nabi Saw.” Al Qadli ‘Iyadl menyebutkan hal ini dalam Al Syifa dalam Babu Al Ziyaarah vol. II hlm 83.
Al Khafaji dan Al Mala ‘Ali Qari dalam Syarh Al Syifa menyebutjkan bahwa atsar di atas diriwayatkan oleh Ibnu Abi Al Dunya dan Al Baihaqi dalam Syu’ab Al Iman. Al Khafaji berkata, “Salah satu tradisi generasi salaf yaitu mereka mengirimkan salam kepada Rasulullah Saw dan Ibnu ‘Umar melakukan hal ini. ia mengirimkan salam kepada Nabi Saw, Abu Bakar, dan ‘Umar. Meskipun salam dari orang yang memberi salam kepada beliau akan sampai kepada beliau meskipun dari jarak yang jauh, namun mengirimkan salam lewat kurir ada keutamaan percakapan kurir di dekat beliau dan jawaban oleh beliau sendiri.”
Dari Nasim Al Riyadl vol III hlm 516.
Al Fairuzabadi menyebutkannya dalam Al Shalat wa Al Basyar hlm 153.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Peringatan Haul KH. Abdul Fattah Hasyim Ke 36 & Ny. Hj. Musyarrofah Bisri Ke 4, Pertemuan Alumni Besuk Pada Hari Kamis, 21 Maret 2013