Sabtu, 04 Juni 2011

Fiqh Tawassul ( 16 )


SYAIKH MUHAMMAD IBN ABDUL WAHHAB TIDAK BERTANGGUNG JAWAB ATAS ORANG YANG MENGKAFIRKAN ORANG-ORANG YANG BERTAWASSUL

Terdapat keterangan dari Syaikh Muhammad Ibn Abdul Wahhab dalam risalah yang disampaikan kepada warga Qashim, keingkaran yang sangat dari beliau atas orang yang menilainya telah mengkafirkan orang yang bertawassul dengan orang-orang shalih. Beliau berkata, “Bahwa Sulaiman ibn Suhaim telah melontarkan fitnah bahwa saya mengatakan hal-hal yang sebenarnya tidak pernah saya ucapkan dan kebanyakan hal-hal itu tidak pernah terlintas dalam benakku.
Diantaranya ;
·          saya mengkafirkan orang yang bertawassul dengan orang-orang shalih ;
·         saya mengkafirkan Imam Bushairi gara-gara ucapan beliau : Wahai makhkuk paling mulia,
·         dan bahwa saya membakar kitab Dalailul Khairat.”
Jawaban saya atas segala tuduhan di atas adalah Subhaanaka Haadzaa Buhtaanun ‘Adhiim.( maha suci engkau ,ya Alloh, semua itu adalah dusta besar)  .Dalam risalah lain yang beliau persembahkan untuk warga Majma’ah terdapat dukungan terhadap pandangan beliau di atas. Beliau berkata, “Jika persoalan ini sudah jelas. Maka masalah-masalah yang mendapat stigma negatif dari Sulaiman ibn Suhaim, diantaranya ada yang merupakan kebohongan besar, yakni perkataanku bahwa saya telah mengkafirkan orang yang bertawassul dengan orang-orang shalih dan bahwa saya telah mengkafirkan Imam Bushairi dan sebagainya. Selanjutnya beliau berkata, “Jawaban saya atas tuduhan-tuduhan di muka adalah Subhaanaka Haadzaa Buhtaanun ‘Adhiim.
Lihat risalah yang pertama dan ke sebelas dari risalah-risalah Syaikh Muhammad ibn Abdul Wahhab bagian kelima : 12 hlm 64.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Peringatan Haul KH. Abdul Fattah Hasyim Ke 36 & Ny. Hj. Musyarrofah Bisri Ke 4, Pertemuan Alumni Besuk Pada Hari Kamis, 21 Maret 2013