Minggu, 29 Mei 2011

Kafirnya Tuduhan Kafir ( 08 )


 MAJAZ ‘AQLI DAN PENGGUNAANNYA

 Tidak diragukan lagi bahwa majaz ‘aqli digunakan dalam Al-Qur’an dan Al-Sunnah. Diantaranya;
1.Firman Alloh  :
وَإِذَا تُلِيَتْ عَلَيْهِمْ آيَاتُهُ زَادَتْهُمْ إِيمَانًا
Dan apabila dibacakan ayat-ayatNya bertambahlah iman mereka ( karenanya ).( Q.S.Al.Anfaal : 2 )

Penyandaran kalimat ziyadah (yang artinya bertambah) ke kalimat aayaat adalah majaz ‘aqli. Karena ayat adalah penyebab bertambah ,sedang yang menambah sesungguhnya adalah Allah SWT.
2.Firman Alloh;
يَوْمًا يَجْعَلُ الْوِلْدَانَ شِيبًا
"hari yang menjadikan anak-anak beruban."
( Q.S.Al.Muzzammil :17 )
Penyandaran kata Ja’ala (Menjadikan) pada pada alyaum (hari) adalah majaz ‘aqli. Karena Al-Yaum (hari) adalah tempat mereka menjadi beruban. Kejadian tersebut tercipta pada Al-Yaum ,sedang yang menjadikan beruban sesungguhnya adalah Allah SWT. 
3.Firman Alloh;
وَلا سُوَاعًا وَلا يَغُوثَ وَيَعُوقَ وَنَسْرًا وَقَدْ أَضَلُّوا كَثِيرًا
"Dan jangan pula suwwa`, yaghuts, ya`uq dan nasr. Dan sesudahnya mereka menyesatkan kebanyakan ( manusia )."
( Q.S.Nuh : 23-24 )

 Penyandaran lafadz Idlal (menyesatkan)  pada lafadz Ashnam ( berhala) adalah majaz ‘aqli karena ashnam adalah penyebab terjadinya idlal sedang yang memberi petunjuk dan yang menyesatkan hakikatnya Allah SWT semata. 
4.Firman Allah yang mengisahkan Fir’aun  : 
يَا هَامَانُ ابْنِ لِي صَرْحًا
"Hai Haman, buatkanlah bagiku sebuah bangunan yang Tinggi."
( Q.S.Al-Mu`min : 36 )
Penyandaran Al-Binaa (membuat bangunan)  kepada lafadz Haman adalah majaz ‘aqli karena Haman Cuma penyebab. Ia hanya pemberi perintah tidak membangun sendiri. Yang membangun adalah para pekerja. 
Adapun keberadaaan majaz ‘aqli dalam hadits, maka di dalamnya terdapat jumlah yang banyak yang diketahui oleh orang yang mau mengkajinya.
Para ulama berkata : Terlontarnya penyandaran di atas dari orang yang mengesakan Allah cukup menjadikannya dikategorikan sebagai penyandaran majazi , karena keyakinan yang benar adalah bahwa pencipta para hamba dan tindakan-tindakan mereka adalah Allah semata. Allah adalah pencipta para hamba dan tindakan-tindakan mereka. Tidak ada yang bisa memberikan pengaruh kecuali Allah. Orang hidup atau orang mati tidak bisa memberi pengaruh apapun. Keyakinan semacam ini adalah tauhid yang murni. Berbeda kalau memiliki keyakinan yang berlawanan. Maka ia bisa jatuh dalam kemusyrikan.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Peringatan Haul KH. Abdul Fattah Hasyim Ke 36 & Ny. Hj. Musyarrofah Bisri Ke 4, Pertemuan Alumni Besuk Pada Hari Kamis, 21 Maret 2013