Sabtu, 27 Agustus 2011

Menghadapi Idul Fitri


Menghadapi Idul Fitri
Oleh: KHMA. Sahal Mahfudz

     Umat Islam mempunyai dua hari raya, Idul Adha dan Idul Fitri. Keduanya jatuh menandai selesainya pelaksanaan dua rukun Islam. Idul Adha setelah ibada haji di tanah suci, yang jatuh pada tanggal 10 Dzulhijjah. Sedangkan Idul Fitri jatuh setelah melaksanakan puasa Ramadhan sebulan penuh, tepat pada tanggal 1 Syawal.
     Ada beberapa hal yang perlu kita perhatikan dalam rangka menghadapi hari raya tersebut.
     Pertama, membayar zakat fitrah. Sebenarnya zakat fitrah sudah mulai dapat dibayarkan sejak datangnya bulan Ramadhan. Bagi yang belum mengeluarkan, jangan sampai ditunda-tunda lagi. Waktu paling ideal membayar zakat fitrah adalah setelah shubuh malam hari raya sampai shalat Idul Fitri. Zakat fitrah jangan ditunda hingga selesai shalat Idul Fitri, apalagi sampai matahari terbenam.
     Kedua, pada malam hari raya dianjurkan memperbanyak ibadah dengan berdzikir (membaca tasbih, tahmid dan istighfar), shalat, membaca Al-Quran dan lain-lain. Menurut sebuah hadits riwaayat Thabrani, bersumber dari Ubadah Ibn Ash-Shamit, barangsiapa mengisi malam hari raya dengan memperbanyak ibadah hatinya tidak akan mati ketika hati masyarakat mati. Paling tidak, shalat Isya’ dan Shubuh kita laksanakan secara berjamaah. Malam hari raya, juga sangat bagus untuk berdoa karena insya Allah mustajab, dikabulkan oleh Allah.
     Ketiga, Sejak matahari terbenam sampai shalat Idul Fitri disunahkan mengucapkan takbir.
     Keempat, dianjurkan mandi, menggosok gigi, memakai wewangian dan mengenakan pakaian yang bagus, sebagai ekspresi rasa syukur kepada Allah atas nikmat-nikmat yang telah diberikan. Dianjurkan pula memotong kuku dan menghilangkan bahu badan yang tidak sedap. Hal ini dianjurkan karena kita akan berkumpul dengan orang banyak.
     Kelima,menampakkan kegembiraan ketika bertemu orang, mengunjungi saudara, kerabat dan teman, guna mempererat tali persaudaraan.
     Keenam, memberi nafkah keluarga lebih banyak dibanding hari-hari biasa dan memperbanyak sedekah sunah. Hari raya adalah hari bahagia. Semua umat Islam harus ikut merasakan kegembiraan.
     Ketujuh, makmum sebaiknya datang lebih pagi ketempat penyelenggaraan shalat Idul Fitri. Sebaliknya, imam datang agak terlambat, supaya tidak ada peserta yang tertinggal (Al-Fiqh Al-Islami wa Adillatuh, II/ 142 – 1416).
     Dan yang terahir, melakukan shalat Idul Fitri secara berjamaah.
     Itulah beberapa hal yang perlu dilakukan dalam rangka menyambut hari raya Idul Fitri.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Peringatan Haul KH. Abdul Fattah Hasyim Ke 36 & Ny. Hj. Musyarrofah Bisri Ke 4, Pertemuan Alumni Besuk Pada Hari Kamis, 21 Maret 2013